Catatan Media

AM Fatwa Sesalkan Para Pengkritik Amien Rais

By  | 

Polemik Pidato Amien Rais tentang Perang Badar, muncul akibat tiga kesalahan. Yakni, salah dengar, salah pengertian dan salah tafsir. (baca : Semangat Perang Badar Amien Rais Juga Diplintir Di Media)

Politisi senior AM Fatwa mempertanyakan kritikan KH Sholahudin Wahid dan A Syafei Ma’arif (ASM) terhadap pidato Amien Rais. Reaksi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Karena, substansi pernyataan Amien Rais adalah untuk memacu semangat guna memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Selanjutnya, AM Fatwa mengutip tanggapan Brigjen Pol (Purn) Anton Tabah yang hadir dalam acara Pidato Amien Rais itu. Dia katakan, Amien Rais hanya membuat perbandingan semangat Perang Badar dan Perang Uhud.

Bahwa Perang Badar, dilakukan kaum muslim tanpa mencari pamrih. Akhirnya kaum muslim bisa memenangkan perang tersebut. Sedangkan Perang Uhud, berlaku sebaliknya. Dilakukan kaum muslim dengan pamrih, yakni mendapatkan rampasan perang.

Jelaslah bahwa Amien Rais mengajak para pendukung Prabowo-Hatta untuk bekerja keras tanpa ada pamrih. Dengan terus berjuang, peluang memenangkan pilpres bisa semakin dekat. Tanpa perlu memikirkan dapat apa atu posisi apa.

AM Fatwa juga mengutip pernyataan politisi PPP, Lukman Hakiem heran dengan kritikan ASM yang hanya berlandaskan berita di media. Bahwa semangat dalam Perang Badar harus menjadi inspirasi para pendukung Prabowo-Hatta. Dengan mengedepankan keikhlasan, tak memikirkan ghanimah (rampasan perang) maka kemenangan bisa semakin dekat.

Asal tahu saja, jumlah kaum muslim dalam perang Uhud, sangatlah banyak. Melebihi Perang Badar. Namun karena lebih berorientasi ghanimah, mengabaikan instruksi Rasulullah, sehingga kalahlah.

Artinya, ajakan Amien Rais itu sama sekali bukan: ‘’mari kita hadapi Jokowi-JK dengan semangat Perang Badar’’. Jadi, sangat mengherankan apabila pidato Amien Rais itu, justru berbuah kritikan dari banyak kalangan.

Dalam tulisannya, AM Fatwa sangat menyayangkan kritikan dari ASM. Seharusnya dilakukan cek dan ricek terlebih dahulu sebelum berkomentar. Sebagai sesama mantan Ketua PP Muhammadiyah, ASM bisa dengan mudah menelpon MAR untuk tabayyun. Agar tidak terkilir dalam memberikan respon.

Dulu, Deliar Noer (DN) dan Anwar Harjono (AH), nyaris selalu berbeda pandangan. Tapi, AH rajin menelpon hanya untuk bertanya kabar ataupun bertukar informasi. Tidak mampukah ASM meneladi DN dan AH?

AM Fatwa juga mengaku sedih karena mantan Ketua PP Muhammadiyah yang dihormatonya, menghantam mantan Ketua PP Muhammadiyah yang lain. Yang juga dia hormati.[bay – inilah.com]