Rekam Jejak

Atasan Prabowo Saat Tragedi Mei 1998 adalah Wiranto

By  | 

Jakarta – Kasus pelanggaran HAM saat tragedi kerusuhan 1998 yang selama ini dituduhkan kepada calon presiden (capres) Prabowo Subianto menjadi alat politik di Pilpres 2014.

Bahkan, kasus pelanggaran HAM itu menjadi bahan pertanyaan bagi kubu Jokowi-Jusuf Kalla (JK) saat debat perdana pasangan capres-cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (10/6/2014) malam.

Menanggapi hal itu, tim sukses (timses) Prabowo-Hatta Rajasa, Romahormuzy (Romi) mengatakan, jawaban retorik Prabowo untuk meminta JK menanyakan kepada atasannya soal pelanggaran HAM 98, menjadi poin plus bagi Prabowo.

“Karena kemudian publik dihadapkan pada situasi siapa atasannya pada waktu itu, terus kemudian apa yang terjadi pada situasi yang sebenarnya pada tahun 98,” kata Romi.

Dalam debat itu, Prabowo mengklarifikasi tudingan yang selama ini dialamatkan kepadanya. Prabowo menjelaskan, sebagai prajurit TNI tetap patuh untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.

Lalu, Prabowo meminta agar kubu Jokowi-JK mengklarifikasi kasus pelanggaran HAM 98 itu kepada atasannya saat menjabat menjadi Pangkostrad TNI. Namun, Prabowo tidak menyebut secara gamblang siapa atasan yang dimaksud.

“Saya tau yang Bapak (JK) maksud. Jadi kalau ingin tanya, tanyalah atasan saya waktu itu,” kata Prabowo dengan santai menjawab pertanyaan JK.

Diketahui, ketika Prabowo menjabat sebagai Pangkostrad dengan pangkat Letjen, Wiranto adalah atasannya sebagai Panglima ABRI (Pangab) berpangkat Jenderal. Pilpres 2014 kali ini, Wiranto sebagai Ketua Umum Partai Hanura mendukung Jokowi-JK.

Jauh sebelumnya, Partai Gerindra juga sudah mengungkap aktor utama tragedi kerusuhan 98 di Jakarta lewat sebuah pemutaran film berjudul ‘Sang Patriot’, di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Kamis (12/2/2014).

Dimana, film berdurasi 30 menit itu menggambarkan Wiranto yang saat itu sebagai Pangab diduga pihak yang bertanggung jawab. Saat kondisi Jakarta dalam kondisi darurat, Wiranto mengundang para jenderal TNI ke Malang untuk acara serah terima pasukan reaksi cepat. [mes]