Catatan Media

Banyak Menyerang Prabowo, Strategi Politik Jokowi Jelek

By  | 

JAKARTA – Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, menilai strategi yang digunakan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menghadapi pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak tepat.

Pasalnya, pasangan Prabowo-Hatta ternyata tidak melakukan serangan balik terhadap Jokowi-JK dan lebih banyak bertahan (defensif).

“Strategi politik Jokowi jeleknya karena banyak menyerang Prabowo. Sementara Prabowo lebih defensif. Contohnya kasus (pelanggaran) HAM, pemecatan dari militer, dan terakhir kasus Nazi,” kata Pangi saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Sabtu (28/6/2014).

Pangi melihat, Jokowi sejak awal menganggap remeh pasangan Prabowo-Hatta karena merasa sudah di atas angin dan diprediksi akan menang dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli mendatang.

“Dari awal saya melihat jokowi lebih percaya diri. Namun semakin ke ujung, Jokowi sudah mulai ada ketidakpercayaan diri. Tim jokowi dulu menganggap remeh tim Prabowo. Tim Jokowi pernah takabur dengan menyebut Jokowi sudah menang besar dan menang tebal,” cetusnya.

Pangi menambahkan, saat ini yang tampak lebih tampak aktif melakukan kampanye adalah para simpatisan. Sementara Megawati Soekarnoputri dan putrinya, Puan Maharani tampak tidak sepenuhnya melakukan dukungan untuk Jokowi karena justru dukungan yang tampak maksimal datang dari masa pendukung Jusuf Kalla.

“Megawati dan Puan Maharani enggak kelihatan all out untuk memenangkan Jokowi. Justru, tim relawan JK yang lebih progresif. Bisa saja Megawati sengaja diam dan bermain panggung belakang saja ketimbang main panggung depan. Kalau Mega muncul ke publik apalagi berbicara, maka pada saat yang sama Prabowo akan menyerang. Misalnya, dengan membuka masa lalu Mega,” jelas Pangi. (put)