Berita

Beda Gaya di KPU : Prabowo Simpatik dan Hormat, Jokowi Kampanye

By  | 

Pengambilan nomor urut pasangan capres/cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minggu (1/6/2014) menjadi momentum perdana secara formal kedua pasangan bertemu. Ini sekaligus momentum bagi publik untuk melihat gaya dan gesture kedua pasang capres tersebut.

Kedua pasang capres/cawapres telah resmi mengambil nomor urut untuk Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014 mendatang. Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat nomor urut satu, sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat nomor urut dua.

Pasangan nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tampil dengan seragam baju putih, khas pasangan ini. Yang terbaru dari seragam yang dikenakan pasangan ini, gambar garuda Pancasila di sebelah dada kanan serta gambar pin foto kedua pasang terletak di sebelah kiri. Warna merah putih dominan di dua simbol tersebut menjadi ciri khas koalisi yang menamakan diriya sebagai koalisi merah putih itu.

Pasangan nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla dari segi seragam tidak mengalami perubahan atau penambahan. Joko Widodo memakai baju kotak-kotak persis saat ia maju menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu, sedangkan Jusuf Kalla tetap memakai baju putih dengan kantong dua yang terletak di bagian atas.

Saat pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berkesempatan menyampaikan sambutan dengan alokasi waktu selama tiga menit oleh KPU, Prabowo menyapa sejumlah pihak. Kesempatan pertama yang disapa punawirawan jenderal ini kepada jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yang menarik, Prabowo Subianto juga menyapa pasangan capres/cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tidak sekadar itu, Prabowo juga menyapa dengan hormat Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. “Saya hormati dan banggakan capres nomor urut dua Bapak Joko Widodo dan Cawapres Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Ibu Megawati Soekarnoputri dan senior-senior sekalian,” kata Prabowo.

Tak lupa Prabowo juga menyampaikan salam hormat kepada jajaran Bawaslu, pemerintah RI serta jajaran TNI/Polri. Usai memberikan sambutan singkatnya, Prabowo mempersilakan Hatta Rajasa untuk menyampaikan pernyataan, namun Hatta tampak mengatakan “cukup-cukup” sembari tersenyum.

Sebelum memasuki ruangan sidang pleno terbuka, Prabowo dan Hatta Raja juga menyampaikan aksi simpatik degan memberikan salam hormat sekaligus bersalaman dengan Megawati Soekarnoputri dan jajaran pimpinan partai pendukung pasangan Jokowi-JK seperti Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Sementara pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, saat memberi kata sambutan, langsung tancap gas. Berbeda dengan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa yang menyampaikan salam hormat kepada pihak-pihak, Gubernur non aktif DKI Jakarta itu memanfaatkan waktu tiga menit itu justru untuk mengkampanyekan nomor urut dua. ia menyebut nomor dua merupakan nomor keseimbangan. “Nomor dua atau dua adalah symbol keseimbangan. Simbol keseimbangan,” tandas Jokowi.

Ia pun mencontohkan keseimbangan yang dimaksud. Menurut dia, capres-cawapres, mata kanan dan mata kiri, telinga kanan dan telinga kiri. Menurut Jokowi keseimbangan ini akan membuahkan harmoni. “Untuk menuju Indonesia yang lebih harmoni,” tandas Jokowi.

Menariknya, saat awal sambutan, mengulangi kebiasaan barunya saat awal pidato dengan membaca mukaddimah, tradisi yang khas bagi kalangan Muslim saat menyampaikan pidato di depan publik. Jokowi tampak tak begitu fasih menyampaikan mukadddimah yang berisi pujian pada Allah dan sholawat pada Rasul Muhammad SAW itu.  [mdr – inilah.com]