Berita

Denny JA : Pilpres Kali ini Saya Tidak Berani Prediksi Siapa Pemenangnya

By  | 

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, mengaku baru kali ini ia dan lembaga yang dibangunnya tidak bisa memprediksi siapa calon pemenang pemilu presiden dan wakil presiden.

“Baru kali ini saya dan LSI secara scientific tidak bisa prediksi siapa yang jadi pemenang. Saya itu pejuang senior survei sejak Pilpres 2004, ini pemilu presiden ketiga saya aktif terlibat,” kata Denny kepada wartawan di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Senin (7/7).

Di tahun 2004, jauh sebelum Pilpres dilaksanakan ia berani mengatakan bahwa SBY yang akan menjadi pemenangnya. Saat itu, menurut Denny, banyak pihak yang menyerang dirinya, termasuk kubu Megawati Soekarnoputri. Ditambah lagi, SBY saat itu belum populer dan berasal dari tentara. Berlanjut ke 2009, Denny pun menegaskan SBY akan menang satu putaran saja. Terbukti, prediksinya benar.

“2004 dan 2009 prediksi kami benar. Baru kali ini saya tidak berani. Pertarungan ketat sekali, selisih cuma 3,6 persen,” tegas Denny.

Selisih angka 3,6 persen yang lebih kecil dibandingkan suara mengambang sebanyak 8 persen adalah salah satu faktor Denny tidak bisa memprediksi pemenang perhelatan 9 Juli nanti.

“Ditambah lagi hari tenang ini tiga hari. Tapi di politik ini paling sibuk. Banyak yang tidak terpantau dan tak terprediksi,” tegas Denny.

Selain itu, para pemilih “golput” yang angkanya masih di antara 20 hingga 30 persen belum bisa dipastikan memilih siapa. Jika para pendukung Jokowi-JK banyak yang “golput”, dipastikan Prabowo-Hatta akan menang. Begitupun sebaliknya.

“Jadi yang bisa kami imbau, semua piihak dan rakyat harus bisa menerima siapapun pemenangnya walau selisih sekecil apapun,” lanjut Denny. [ald – rmol.co]