Berita

Dipo Alam : Inteli Masjid PDIP Seperti Era Benny Moerdani

By  | 

 Kaum Muslim masih cemas, khawatir dan trauma dengan masuknya intelijen PDIP di masjid-masjid, menginteli masjid dan mengawasi khotnah di masjid seperti era Pangab Benny Moerdanai masa Orde Baru yang lalu.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menyinggung tindakan yang dilakukan tim sukses Jokowi-JK soal pengawasan terhadap masjid.

Dipo bercerita soal pengalamannya ketika menjadi aktivis. Temannya, AM Fatwa, ditahan saat Jenderal Benny Moerdani berkuasa.

“Pak Fatwa saya mulai kenal dulu ketika ia staf Gub DKI Ali Sadikin, sama2 tahun 1978, era Jendral Benny Moerdani kuasa, kami sama2 ditahan,” tulisnya di twitter @dipoalam49, Sabtu (31/5/2014).

Kala itu, Dipo menjelaskan kala itu merupakan era khutbah masjid diinteli dan dicurigai. AM Fatwa pernah dipukuli hingga masuk rumah sakit.

“Ketika era khutbah2 di masjid dan Ied Adha diinteli dan dicurigai, Fatwa khutbah dit dan bahkan digebuk babak belur masuk RSIJ terbaring,” kicaunya.

Dipo sempat menjenguk AM Fatwa dengan mata berdarah. Ia prihatin atas kondisi yang dialami temannya itu.

“Mudah2an era seperti dulu ketika Jendral Benny Moerdani berkuasa dengan inteli khutbah masjid2, main hantam dan tangkap, berakhir,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, PDI Perjuangan menjalankan aksi intelijen terhadap masjid-masjid. Mengawasi setiap khotbah yang ada.

Anggota Tim Sukses Jokowi-JK Eva Kusuma Sundari tidak menampik itu. Dia mengatakan, memang kader partai yang muslim diminta untuk melakukan aksi intelijen terhadap masjid-masjid.

Pihaknya melakukan pengawasan terhadap masjid-masjid, karena dikhawatirkan menjadi tempat terjadinya kampanye hitam.

Eva mengatakan, salah satu yang sudah menginstruksikan itu adalah PDC PDIP Jakarta Timur. “Karena memang serangan kepada Jokowi-JK di masjid-masjid sangat intensif,” kata Eva. [rok]