Catatan Media

Fahri Hamzah : Isu Babinsa, Lempar Batu Sembunyi Cakar

By  | 

Saya ingin komentar sedikit soal #Babinsa yang dituduh kampanye untuk Prabowo. Baru setelah 16 tahun reformasi dan TNI keluar dari politik dan bisnis. Ada tuduhan kepada TNI lagi. Tuduhan Babinsa berpolitik ini tuduhan serius sekali. Bukan saja TNI yang harus waspada tapi masyarakat sipil. Saya hanya mencemaskan satu hal, bahwa upaya hancurkan citra TNI bisa jadi serius.

Di Indonesia sekarang ini, hampir semua lembaga negara telah mengalami penghancuran citra. Secara sistematis, ada kelompok yang bekerja lemahkan reputasi semua lembaga negara yg inti. Kini tinggal sedikit yang dapat dilihat masih diharapkan oleh publik. TNI adalah sedikit dari yang tersisa. Meski DPR sebentar lagi dilantik dengan mandat baru, citranya belum pulih penuh. Masih cemar. Maka tuduhan kepada TNI menurut saya adalah destruksi lanjutan yang niatnya tidak kecil.

Saya membaca hasil survey sebuah lembaga peneliti dan monitor media yang sangat kredibel. Sangat detil kita membaca bahwa KOMPAS yang memulai berita #Babinsa dan hanya 1 sumber. Tiba-tiba satu kasus itu ditiup kencang oleh beberapa grup media yang memang sedang berpolitik. Temuan riset monitor media itu mengatakan bahwa sampai hari ke-4 (setelah awal munculnya isu Babinsa -ed) belum ada kasus baru bahkan sampai hari ini.

Media juga tidak melakukan investigasi. Tapi hanya mengembangkan laporan dari seorang bernama Mr. X. Mr. X mengaku didatangi seseorang yang berperawakan gendut. Menanyakan kartu untuk DPT. Lalu, Mr. X curiga karena ybs mengaku berasal dari Babinsa tetapi menanyakan urusan DPT. Dan Mr.X yang tinggal di jakarta pusat itu melapor ke KOMPAS dan sempat dilakukan investigasi ke Koramil terdekat.

Pihak Koramil mengakui ada petugas baru berperawakan seperti dimaksudkan. Gara-gara heboh ini, mabes TNI sedang melakukan investigasi serius. Tentu ini harus didukung. Kalau benar ada oknum Babinsa yang sengaja melakukan intimidasi. Demi kebebasan sipil ybs harus dipecat. Kita masyarakat sipil dan khususnya saya, tidak akan membiarkan keadaan ini terjadi.

Kata Prabowo, demokrasi ini mahal. Tidak ada bandingan harganya. Jangan sampai dibajak siapapun. Tetapi, mengangkat pertemuan 2 anak manusia (Mr. X dengan seorang yang diduga aparat Babinsa) sebagai sensasi? Apa bisa kisah ini jadi indikator TNI berpolitik setelah 16 tahun keluar dari politik baik-baik?

Apa tidak bisa kita curigai adanya motif lain dari isu ini selain bahwa ada pihak yang kalap karena ada tanda-tanda kalah? Perhatikan: Mr. X ketemu oknum #babinsa di jakarta! lalu “diarahkan” untuk memilih Gerindra (Prabowo -ed). Seperti tutur KOMPAS.

Pertama, ngapain Babinsa operasi di kota jakarta dan masuk rumah orang pinter untuk “mengarahkan”? Karena saya mendengar di MetroTV wawancara MR.X pinter sekali. Ngerti banget hak2 sipil. Kalau TNI mau galang Babinsa kenapa tidak galang di tempat2 yang orang mudah “diarahkan”?

Kedua, kalau benar itu oknum Babinsa kenapa Mr.X anggap itu “pengarahan” dan kenapa Gerindra (Prabowo -ed)? Ketiga, media corong capres (menurut media monitoring) belum melakukan investigasi hanya blowing UP. Jadi belum jelas percakapan antara Mr.X dan lelaki gendut itu adalah peristiwa politik, media corong sudah meledak.

Maka, sekali lagi saya hanya menyimpan kecemasan. Karena TNI adalah kekuatan awal rakyat Indonesia. Seperti kata Prabowo, TNI adalah tentara rakyat. Dan menariknya dalam konflik politik adalah bahaya. Jangan sampai, setelah TNI begitu profesional melalui pemilu demi pemilu. Sekarang ada yg menyeretnya.

Kalau mau berpolitik, TNI sudah mendukung SBY 2 kali atau ada perang bintang ketika para jendral maju. Tapi justru, ketika hanya ada Prabowo. Ada kelompok yang kalap. Dan mungkin juga para pensiunan di sebelah sana. Saya kaget membaca HL sebuah koran corong pagi ini (Minggu, 8/6/2013). Para Jenderal bermunculan memaki TNI.

Padahal SBY sebagaimana kita dengar sudah mengingatkan mereka. Jangan seret TNI dalam politik! Semoga TNI dan POLRI tegar. Karena kalian adalah harapan demokrasi kita agar damai prosesnya. Saya lupa bilang headline media corong hari ini minta Babinsa dibekukan selama dua bulan…ini tanda apa.? Katakanlah kasus Mr. X itu benar. Apa tindakan satu oknum jadi alasan pembubaran lembaga?

Mari terus amati. Ini bukan permainan biasa. Ada udang di balik batu, lempar batu sembunyi cakar….hehe…

@fahrihamzah (sumber : pkspiyungan.org)