Berita

Gerindra Menjunjung Tinggi Kebebasan Beragama

By  | 

PortalPolitik-Jakarta- Partai Gerindra mendapat kritik soal isi manifesto perjuangan di bidang agama. Dalam manifesto itu, Partai Gerindra menyebut negara dituntut menjamin kemurnian agama dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan.

Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra, Sadar Subagyo, angkat bicara soal polemik ini. Menurut dia, pemurnian agama yang dimaksud bukan dalam hal memaksakan seseorang untuk menganut agama.

Dia menjelaskan, makna pemurnian agama yaitu menjaga sebuah agama yang diakui negara dari gangguan penistaan.

“Kemurnian agama itu begini maksudnya, jadi kamu berdakwah ke tempat orang yang sudah beragama itu dilarang,” ujar Sadar.

Dia menilai, agama harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Etika yang diajarkan oleh agama, kata dia, juga seharusnya wajib dijalankan oleh masyarakat.

“Jadi kemurnian agama ajaran etika harus dijalankan sumbernya kan etika, bukan syariah yah, dijalankan, itu kemurnian,” terang dia.

Dia menegaskan, frasa ‘kemurnian agama’ bukan untuk memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu. Melainkan menjalankan ajaran agama di kehidupan sehari-hari.

“Bukan memaksakan agama, yang ini benar ini salah, kemurnian agama kalau agama murni maksudnya netes ke lingkungan, jadi tidak kebut-kebutan (di jalan raya) tidak ada congkel-congkelan spion,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, manifesto perjuangan Partai Gerindra di bidang agama menuai polemik karena menuntut ‘kemurnian ajaran agama’.

“Setiap orang berhak atas kebebasan beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama/kepercayaan. Namun, pemerintah/negara wajib mengatur kebebasan di dalam menjalankan agama atau kepercayaan. Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.”

Tidak hanya tentang kemurnian agama yang tercantum dalam Manifesto Perjuangan Partai Gerindra, Prabowo sebagai Capres dari Partai Gerindra sering dipertanyakan agamanya. Padahal selama ini Prabowo dikenal sebagai pribadi yang pluralis dan penganut Islam yang taat. Sekadar informasi, dalam keluarganya sangat diajarkan tentang kebebasan beragama. Sang ibu dan adiknya beragama Kristen, sedangkan sang ayah dan kakaknya beragama Islam. (Dha)