Berita

Hari ini, PKS dan Gerindra Resmi Berkoalisi

By  | 

Calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto kembali mendapatkan tambahan dukungan untuk bertarung dalam pemilihan presiden bulan Juli mendatang. Sabtu (17/5), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra dan menyatakan dukungannya untuk Prabowo sebagai Calon Presiden 2014.

Petinggi kedua partai kompak mengenakan baju putih yang merupakan seragam khas PKS dan Gerindra saat deklarasi di kantor DPP PKS, Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Deklarasi direncanakan pada pukul 12.00 WIB. Namun, memasuki waktu yang dijadwalkan, Prabowo belum juga terlihat.

Baru sekitar 45 menit kemudian, ketua dewan pembina Partai Gerindra itu tiba dengan menumpang Lexus B 17 GFR warna putih. Prabowo disambut Presiden PKS Anis Matta yang sudah menunggu. Sejumlah fungsionaris Gerindra ikut mendampingi Prabowo. Antara lain, Ketua Umum Gerindra Suhardi, Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani, dan Ketua DPP Edhie Prabowo.

Dalam deklarasi tersebut, Anis memuji sosok mantan Pangkostrad TNI itu sebagai sosok perwira tangguh, namun juga seorang demokrat sejati. “Saya mengenal beliau sebelum reformasi, tapi beliau belum mengenal saya,” ujar Anis yang disambut tawa pengurus dan kader PKS serta Gerindra yang hadir.

Menurut Anis, dia mengenal sosok Prabowo sebagai pribadi yang menakutkan. Namun, kenyataan saat ini membuktikan, sosok menakutkan itu memiliki kapasitas sekaligus potensi sebagai pemimpin. “Yang saya temui sebenarnya beliau adalah seorang demokrat sejati,” ujarnya.

Meski berbasis tentara tempur, lanjut dia, basis keluarga Djojohadikusumo yang melekat, memungkinkan Prabowo menjadi seorang demokrat. Anis dalam pernyataannya juga menyindir kepemimpinan saat ini yang tidak menunjukkan kapasitas sebagai seorang demokrat.

“Menjadi seorang demokrat bukan berarti mendengar semua orang lalu tidak mengambil keputusan. Mengambil keputusan bukan berarti diktator. Saya kira inilah yang dibutuhkan Indonesia,” ujarnya.

Prabowo meresponnya dengan menyatakan telah mendapatkan kehormatan besar dengan dukungan dari PKS. Menurut Prabowo, momentum kerja sama koalisi merupakan langkah awal untuk menyelamatkan masa depan bangsa. “Banyak hal yang perlu dirisaukan, tapi juga banyak kemungkinan yang bisa dibentuk,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan, kerja sama Gerindra dengan PKS sudah terwujud lama. Sebelum koalisi dalam pencalonan dirinya, kedua partai sudah berhasil melakukan kerja sama saat pemilihan kepala daerah di Bandung, Jawa Barat, dan sejumlah daerah di Jawa Tengah. “Artinya, kita sudah sudah berkoalisi dimana-mana,” ujarnya.

Prabowo juga ‘membalas’ pernyataan Anis terkait ungkapan menakutkan. Jika dirinya dianggap menakutkan, sejatinya Gerindra juga menilai PKS menakutkan. “Kami sebelumnya takut sama PKS. PKS dinilai sebagai parpol Islam garis keras. Namun ternyata, kita berhasil bekerja sama,” ujarnya.

PKS, kata dia, adalah partai religius sekaligus partai nasionalis. Namun, Gerindra juga adalah partai nasionalis dan religius. “Buktinya, kami paling banyak yang pakai peci,” ujarnya disambut tawa kader dan pengurus yang hadir.

Prabowo menegaskan, dirinya tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, dia menginginkan adanya kepemimpinan kolektif kolegial karena tantangan bangsa sungguh besar dan kuat. Setidaknya ada 5 juta penduduk Indonesia baru setiap tahun. Selain itu juga lingkungan geopolitis dan geostrategis yang memiliki banyak tantangan.

“Banyak yang mengklaim wilayah kita. Saya berniat membangun koalisi jangka panjang, koalisi bersama,” tandasnya. Kesepakatan antara PKS dengan Prabowo itu ditetapkan dalam piagam bersama, yang ditandatangani Presiden PKS bersama Sekjen, serta Ketum Gerindra bersama Sekjen. (bay/fal jawapos.com)