Berita

Indonesia Butuh Pemimpin Yang Mengendalikan, Bukan Dikendalikan

By  | 

Dukungan kepada calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terus mengalir. Kesatuan Aksi Pendukung Prabowo untuk Indonesia Satu (KAPPI-1) Provinsi Jawa Timur mendeklarasikan diri mendukung pemenangan keduanya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014, di Surabaya, Sabtu 7 Juni 2014.

Saat membuka acara, ketua panitia, Yusril Nur Raja Agam mengatakan, sejak awal elemen yang dipimpin telah menjatuhkan pilihan kepada Prabowo-Hatta.

“KAPPI-1 ini berdiri sejak 2012, dan sejak awal kami telah menjatuhkan pilihan kepada Prabowo untuk menjadi Presiden RI,” kata Yusril.

Ketua KAPPI-1 Jatim, Latief Toha menambahkan, pilihannya kepada Prabowo-Hatta adalah harga mati. Menurut dia, elemen KAPPI-1 menebar merata dari Banyuwangi sampai Sumenep, Madura.

Sementara itu, Ketua Pemenangan dan Tim Sukses Prabowo-Hatta, Mohammad Mahfud MD mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu merujuk pada pernyataan Proklamator RI, Soekarno.

“Kami harus bisa mewujudkan Tri Sakti. Untuk bisa berkedaulatan, mandiri, dan berdikari, tanpa harus ada tekanan asing,” kata Mahfud.

Mahfud menilai saat ini kedaulatan yang yang dimiliki bangsa Indonesia masih semu. Untuk memperbaikinya, lanjut dia, seluruh rakyat harus pandai menentukan pilihan.

“Butuh pemimpin yang bisa memimpin, bukan dipimpin. Pemimpin yang bisa mengendalikan, bukan dikendalikan. Pemimpin yang bisa mengarahkan bukan diarahkan. Itulah pemimpin yang harus tampil di Indonesia yang sudah kronis ini,” Mahfud. (art – vivanews.com)