Catatan Media

Intervensi Asing Pecah Belah Partai Koalisi Prabowo

By  | 

PortalPolitik-Jakarta. Pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan bahwa pecahnya partai-partai Islam pendukung Prabowo Subianto karena kuat dugaan adanya campur tangan asing.

Ada beberapa faktor dan alasan utama yang dikemukakan oleh Pangi Syarwi Chaniago, kenapa kekuatan asing sangat berkepentingan untuk menghalangi langkah Prabowo memenangkan Pemilu Presiden mendatang. Faktor-faktor yang sangat mengemuka adalah:

1). Calon Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai Capres yang paling memiliki komitmen tinggi terhadap nasionalisme, kewibawaan bangsa, dan memiliki program ekonomi yang sangat jelas untuk mensejahterakan ekonomi rakyat. Sejumlah survei dan polling menempatkan Prabowo sebagai Capres yang paling memiliki kapabilitas soal tersebut.

2). Asing, koruptor, dan konglomerat hitam akan menghalang-halangi Capres yang tegas berwibawa dan memiliki kapabilitas untuk memberdayakan ekonomi bangsa. Mereka lebih suka Capres yang gampang diatur, tidak berwibawa, market friendly, atau neolib darling. Mereka akan mendukung habis-habisan Capres yang mampu memberikan nilai ekonomi yang sangat besar kepada asing daripada mensejahterakan rakyatnya sendiri.

3). Itulah sebabnya mengapa meskipun dukungan rakyat kepada Prabowo semakin menguat, tetapi selalu ada rintangan, halangan, dan upaya-upaya keras dari mereka untuk memecah belah suara rakyat dengan menghalalkan berbagai cara. Antara lain: black campaign, kampanye negatif, propaganda jahat, sampai pembunuhan karakter.

4). Bahkan PPP yang sekarang sudah menyatakan dukungan bulatnya kepada Prabowo melalui Ketua Umumnya Suryadharma Ali pun, kini sedang dipecah-belah. Analisa saya, asing juga bermain dalam permasalahan ini, karena pecahnya PPP diperlukan untuk mengacaukan dukungan simpatisan PPP terhadap Prabowo. Berbagai cara dilakukan, bisa jadi sebagian pengurus yang membangkang, dijanjikan posisi dan jabatan atau imbalan ekonomi.

5). Pecahnya PPP, diketahui terjadi setelah derasnya pertemuan-pertemuan perwakilan negara asing dengan sejumlah elit politik, baik yg disponsori oleh konglomerat secara terbuka maupun tertutup.

6). Sepantasnya partai-partai Islam tak boleh lagi mempertahankan konflik di internal mereka sendiri, partai Islam jangan terjebak teori kesadaran palsu bahwa ia tak sadar sedang diadu-domba.

7). Sebaiknya rakyat Indonesia waspada jangan sampai asing memecah-belah bangsa kita hanya untuk memuluskan jalannya Capres yang mudah di-setting agenda negara asing. Rakyat harus bersatu untuk melawan konglomerat hitam dan koruptor serta asing yang tidak ingin rakyat Indonesia sejahtera, mandiri, dan berwibawa. (pp)