Seputar Prabowo

Jago Empat Bahasa Asing, Prabowo Sering Jadi Penterjemah Tamu Asing

By  | 

Jakarta – Nasionalisme capres nomor 1 Prabowo Subianto, tak perlu diragukan lagi. Sejak muda, bakat itu sudah terlihat. Mantan Wakil Danrem Timtim, Mayjen (Purn) Glenny Kairupan yang seangkatan dengan Prabowo Subianto di Akademi Militer (Akmil) memaparkan beberapa pengalamannya.

“Saya berteman dengan Prabowo sudah 45 tahun. Beliau itu, orang baik. Jadi stigma media dan beberapa mantan atasannya itu, nggak benerlah,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (22/06/2014).

Saat menempuh pendidikan di Akmil, lanjutnya, tidak ada dispensasi untuk Prabowo. Padahal, dia bukan anak sembarangan. Dia adalah putera begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo, pernah menjabat menteri selama lima periode di era orla dan orba.

“Masuk Akmil, Prabowo menempuh pendidikan dan latihan yang cukup keras. Tidak ada keistimewaan untuknya,” ujar Glenny.

Prabowo, tuturnya, termasuk anak yang gila membaca. Koleksi bukunya, cukup banyak. Sampai-sampai melebihi koleksi perpustaan Akmil. Wajarlah apabila Prabowo lebih memiliki wawasan serta pengetahuan. Termasuk menguasai empat bahasa yakni Inggris, Jerman, Perancis dan Jerman.

“Kalau ada tamu asing ke Akmil, Prabowo seringkali diberi tugas mendampingi sebagai penerjemah,” katanya.

Yang menarik, ungkapnya, Prabowo memiliki jiwa patriotisme serta nasionalisme tinggi. Ada kebiasaan unik yang banyak tak diketahui publik. Ketika melihat Patung Jenderal Sudirman atau Jenderal Oerip Soemahardjo, Prabowo pasti memberikan hormat. Demikian pula saat mendengar Lagu Indonesia Raya, dia bersikap sempurna.

“Memang tak semua orang bisa menerimanya. Banyak juga yang iri lantas menyebut karier Prabowo melesat karena statusnya sebagai menantu presiden. Tapi saya bilang, Prabowo itu prajurit yang bagus. Nasionalis sejati,” tandasnya.[bay]