Rekam Jejak

Jejak Patriot : Kisah Kapten Prabowo Menyelamatkan Tawanan Fretilin

By  | 

Dalam suatu kesempatan, ketika Prabowo Subianto menjadi komandan di Timor timur, ia telah menangkap beberapa tawanan Fretilin. Namun, mereka tidak merasa sakit hati, bahkan menunjukkan penyesalan telah memberikan dukungan atas hal yang salah. Prabowo berusaha untuk untuk mempengaruhi mereka untuk bergabung menjadi prajurit Indonesia. Banyak yang menerima dan membantu pasukan untuk mengangkat air, kayu bakar, mempersiapkan makanan atau membantu dengan cara lain.

Tidak ada yang ditahan tetapi dibiarkan pergi meninggalkan perkemahan. Setelah beberapa minggu, orang-orang yang ditangkap menjadi lebih bersahabat. Salah satu tahanan Fretilin telah menjadi pimpinan lokal.

Suatu hari, pimpinan Prabowo datang ke pos komando. Dia memerintahkan bahwa tahanan ini harus di eksekusi. Prabowo bagaimanapun berusaha menyembunyikan keterkejutan nya dan segera menjawab: ” Siap Pak “.

Setelah pimpinan nya meninggalkan tempat, ia berkonsultasi dengan komandan peleton pertamanya, Tono Suratman, ” apa yang harus dilakukan dengan masalah ini?”

Mereka akhirnya memutuskan menyembunyikan tawanan ini dan mengatur cara menjaga penolakan nya terhadap perintah, untuk beberapa minggu.

Ketika saatnya tiba bagi pasukan kembali ke Jakarta, Prabowo merasa yakin bahwa pimpinan nya telah melupakan perintah yang diberikan sebelum nya. Ia membebaskan tawanan itu, yang memutuskan untuk kembali ke desa nya. Sang tawanan yang telah dibebaskan memerlukan waktu 7 hari untuk berjalan kembali ke desanya dan di perjalanan ia terlihat oleh warga desa lain nya.

Mereka melaporkan kejadian ini kepada Komandan Militer setempat. Orang tersebut kembali ditangkap dan di eksekusi.

Ketika Prabowo mengetahui hal ini, ia muak dan geram. Dia kemudian dituduh melawan perintah. Ini adalah pertama kali nya ia melakukan konfrontasi terbuka terhadap pimpinan nya, tapi itu bukan yang terakhir.

Kemudian, sebagai seorang Kapten, ia semakin sering berselisih paham dan semakin serius dengan hirarki militer.

Dia mendapat perintah membunuh semua tawanan. Bagi Prabowo, ini sangat tidak bisa diterima dan ia melakukan oposisi secara terang-terangan.

Protesnya telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa tawanan.