Catatan Media

Jokowi Janji Hapus UN, JK Justru Dukung UN

By  | 

Jakarta – Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menghapus ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bila dirinya terpilih menjadi Presiden. Sikap Jokowi tersebut jelas berseberangan dengan pandangan Calon Wakil Presidennya, Jusuf Kalla yang selama ini selalu bersuara mendukung pelaksanaan UN.

“Jokowi boleh saja ingin menghapus, tapi wakilnya JK ini mendukung UN,” ujar Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti kepada pers kepada pers, Rabu (11/6/2014).

Dikemukakan Retno, sikap Jokowi itu bertentangan dengan pasangan JK yang merupakan salah satu bidan lahirnya UN yang sudah berusia 10 tahun. “Jadi jika Jokowi ingin menghapus UN, harus juga ada penegasan dari JK soal ini,” tambahnya.

Retno mengatakan, pihaknya selama ini tidak sepakat bisa UN dijadikan alat ukur untuk penentu kelulusan, apalagi penentu masuk perguruan tinggi negeri. “Ini yang menimbulkan kecurangan. Tapi kalau UN hanya untuk pemetaan saja, ini tak mengapa,” ujar dia.

JK selama ini dikenal kerap membela penyelenggaraan UN ditengah banyak kritik atas pelaksanaannya. Ia menyebut, UN sudah menjadi amanat konstitusi sebagai salah satu upaya mencerdaskan bangsa, dan kemajuan bangsa hanya bisa dicapai melalui pendidikan yang baik. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN), sangat diperlukan guna melihat perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia. (pol/rbn)