Berita

Obor Rakyat Bukan Apa-apa Jika Dibandingkan Media Nasional Partisan

By  | 

Jakarta –  Wartawan senior Rusmin Effendy mengecam keras media-media nasional yang sama sekali sudah berpihak dan mem-back-up pemberitaan Jokowi, sehingga terkesan sudah tidak obyektif dan justru melanggar etika jurnalistik.

“Kenapa soal ini Dewan Pers justru bungkam, seperti kasus The Jakarta Post. Apalagi media-media besar yang mem-back-up seperti Kompas, Tempo, Media Indonesia, Suara Pembaruan, merupakan konglemerasi media besar yang selama ini memperjuangkan aliran agama tertentu,” tegasnya di Jakarta, Sabtu (5/7).

Ia menambahkan, kenapa harus mempersoalkan Obor Rakyat yang tidak ada apa-apanya dibandingkan media-media besar tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Rusmin pun menambahkan, ketakutan Jokowi atas pemberitaan yang selama ini sudah melakukan kampanye hitam (black campaign) maupun negative campaign, sangat tidak beralasan.

“Publik juga merasa muak kalau membaca pemberitaan yang sifatnya hanya puji-pujian. Memangnya Jokowi dewa, orang yang tidak punya dosa. Jadi, wajar saja kalau rakyat juga ingin tahu track record capres Jokowi, karena saat menjabat Walikota Solo saja banyak kasus korupsi yang justru di petieskan,” tegasnya.

“Dosa terbesar Jokowi adalah menipu rakyat Indonesia, termasuk mempublikasikan mobil murah ESEMKA. Mana ada sekolah SMK yang mampu membuat mobil, untuk belajar praktek di sekolah saja masih sangat memprihatinkan,” papar dia. (Ant)