Berita

Pidato di Pasar Modal, Prabowo Ditanya Soal Jokowi

By  | 

Jakarta – Dalam memaparkan visi misinya di bidang ekonomi kepada para pelaku pasar modal, calon Presiden Prabowo Subianto memamerkan kemampuan bahasa Inggrisnya, Jumat (20/6). Prabowo yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri memang dikenal cukup fasih berbahasa Inggris.

Dalam paparannya, Prabowo menyatakan adalah fakta bahwa di suatu negara, selain masyarakat yang kaya, juga terdapat masyarakat miskin.

“Di Indonesia ada yang masih tertinggal, bahkan mereka belum mencapai abad 19. Kalau saudara semua kan sudah ada di abad 21. Saya sekarang berdiri di depan the 21st century people yang bicaranya globalization, global market, capital market,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan, adalah menjadi kewajiban negara untuk melahirkan kebijakan yang membantu seluruh masyarakatnya, tidak hanya yang kaya namun yang miskin.

“Presiden Amerika John F Kenedy pernah berkata, if a free society cannot help the many who are poor, it cannot save the few who are rich (Jika masyarakat yang bebas tak bisa menolong kaum miskin yang mayoritas, maka dia juga tidak bisa menyelamatkan minoritas yang kaya),” ujarnya mantap menyitir Presiden AS tersebut.

Saat menjelaskan tentang kebutuhan dasar yang belum didapat masyarakat kita, Prabowo kembali menggunakan bahasa Inggris.

“Air itu adalah kebutuhan dasar manusia. But, lot of our people do not get clean water (tapi banyak rakyat kita tidak mendapatkan air bersih),” tegasnya. Prabowo kembali menegaskan pentingnya negara mengangkat kehidupan masyarakat miskin. “Jika tidak, we will be running in place (jalan di tempat),” katanya.

Prabowo juga menjelaskan konsepnya tentang nasionalisme. Menurutnya, nasionalisme adalah kunci untuk pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Kali ini Prabowo mengutip ucapan Prof Leah Greennfield.

“Dia bilang the sustained growth characteristic of modern economy is not self-sustained, it is stimulated and sustained by nationalism (karakteristik pertumbuhan yang berkelanjutan dalam ekonomi modern tidak muncul dengan sendirinya, tapi didorong dan dijaga dengan nasionalisme). Jadi nasionalisme sangat penting, tanpa kita melupakan keterbukaan pada negara-negara lain,” jelasnya.

Prabowo juga berbahasa Inggris kala ditanya tentang target pertumbuhan ekonominya. Prabowo memang menyatakan, pertumbuhan ekonomi di bawah kepemimpinannya akan menuju double digit. Menurutnya, hal itu adalah sikap optimistis. “Kita harus percaya pada the power of positif thinking. Dream big, think big, achieve big,” katanya.

Saat seorang penanya menanyakan tanggapan Prabowo terhadap Jokowi, dia enggan menjawabnya. Prabowo menyatakan, mereka berdua sedang di arena kompetisi, tentu tidak elok jika saling menilai.

Let the people decide (biarkan rakyat yang memutuskan),” jawabnya. Prabowo juga kembali berbahasa inggris kala ditanya mengenai susunan tim ekonominya jika terpilih menjadi kabinet.

Oleh seorang hadirin, Prabowo ditanya apakah ada peluang tim ekonomi di kubu Jokowi untuk masuk dalam tim Prabowo jika dia memenangkan pemilihan Presiden 9 Juli mendatang.

Menjawab pertanyaan itu, Prabowo menyatakan, tidak akan memandang latar belakang politik. “Saya ingin the best brain and the best heart of our country! Siapapun jika memang the best pasti bisa masuk,” katanya. (beritasatu.com)