Catatan Media

Prabowo: Ada Mitos, Seolah Tentara Itu Otoriter

By  | 

Bakal calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto menyinggung kepemimpinan otoriter yang kerap dikaitkan dengan seseorang berlatar belakang militer. Menurut Prabowo, hal itu hanya mitos yang berkembang di masyarakat.

“Kadang-kadang ada mitos tentang tentara, seolah otoriter. Padahal dalam kehidupan tentara berlaku demokrasi,” kata Prabowo di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta, Sabtu (17/5/2014).

Dia menjelaskan, dalam militer, pemimpin harus mendapat dukungan yang ikhlas dari anak buah karena mereka bertugas menghadapi maut. Untuk itu diperlukan suatu demokrasi.

“Yang kita hadapi maut. Kita pimpim mereka untuk siap mati. Itu tidak bisa dengan otoriter. Tidak ada leadership berhasil kalau pengikut tidak ikhlas,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo mengaku selama ini berusaha menjalankan kepemimpinan dengan musyawarah mufakat, kolegial, dan persuasif. Selain itu, sebagai pemimpin, lanjut Prabowo, harus bisa mengambil keputusan, meskipun kadang keputusan itu tidak memuaskan semua pihak.

Prabowo pun yakin, bergabungnya PKS akan menambah kekuatan besar partainya untuk membangun negara.

“Kerjasama dengan PKS yakin akan memperkuat karena PKS dikenal sebagai partai militan, disiplin,” katanya.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Presiden PKS Anis Matta mengatakan bahwa Prabowo sebenarnya adalah sosok demokrat sejati.

Anis juga menyampaikan bahwa Prabowo memiliki pribadi yang kuat. Ia pun menyatakan dukungannya kepada Prabowo sebagai capres 2014.

“Ini kombinasi unik, seseorang pribadi yang kuat bisa menjadi demokrat sejati. Menjadi demokrat sejati bukan berarti mendengarkan semua orang lalu tak bisa mengambil keputusan. Menjadi pribadi yang kuat bukan berarti bisa menjadikan kita diktator,” kata Anis.

Keduanya resmi berkoalisi setelah menandatangani piagam kesepakatan bersama Partai Gerindra dengan PKS tahun 2014-2019, Sabtu.

Kontrak politik itu ditandatangani oleh Anis Matta, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho. Penandatanganan itu pun disaksikan langsung oleh Prabowo dan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.