Berita

Prabowo Apresiasi Prestasi Presiden Sebelumnya, Termasuk Megawati

By  | 

Capres dari koalisi Merah Putih Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas pencapaian para pemimpin Indonesia sebelumnya. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu pun mengakui kepemimpinan Megawati Soekarnoputri saat menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Kita juga harus mengakui prestasi Ibu Mega dalam memimpin bangsa ini. Kadang-kadang pihak lawan, pihak rival harus tetap kita hormati kalau memang itu sebenarnya,” kata Prabowo di Jakarta, Selasa (27/5).

Megawati merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan yang mengusung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2014. Mega juga pernah menjadi pasangan Prabowo saat maju dalam Pemilu 2009. Prabowo mengatakan perjuangan koalisi Merah Putih memang untuk melanjutkan pembangunan bangsa.

“Kita akan lanjutkan pembangunan bangsa yang didasari semua yang telah dibangun para pendahulu. Kita harus hormati dan mengakui prestasi-prestasi pendahulu kita,” ujar Prabowo.

Prabowo memberikan apresiasi pada pasangan Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia, Sukarno-M Hatta. Ia mengatakan, kedua tokoh itu perannya tidak diragukan lagi dalam perjuangan mempersatukan bangsa dan kemerdekaan. Prabowo pun memberikan pujian untuk Presiden Soeharto.

“Tidak diragukan lagi jasanya kepada bangsa dan negara. Pemimpin banyak kekurangan tapi kita juga mengakuinya,” kata Prabowo.

Bukan hanya itu, Prabowo juga memberikan pujian untuk BJ Habibie yang banyak berjasa untuk keberhasilan bangsa. Pun, ia mengapresiasi peranan Gus Dur sebagai pemimpin bangsa ketika masanya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak luput dari perhatian Prabowo.

Ia mengatakan SBY merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dan memimpin bangsa ini selama satu dekade. Ia mengapresiasi prestasi pemerintahan SBY yang berperan dalam pembangunan ekonomi.

“Harus diakui tidak gampang memimpin 250 juta orang dengan kawasan begini luas. Ini di Eropa lebih dari 22 negara,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.