Opini

Prabowo dan Hobi Berkuda

By  | 

Kampanye akbar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sekaligus memperingati ulang tahun yang ke-6, pada hari Minggu, 23/3/2014, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), menampilkan suasana yang berbeda. Pada acara tersebut terdapat defile Marching Band Garuda yaksa dan pasukan berkuda yang ditunggangi Prabowo Subianto, dan dua pengawalnya. Defile tersebut serupa dengan model pemeriksaan pasukan ala militer, dengan mengitari barisan muda Gerindra yang berbaris rapi, dengan baju putih dan celana krem. Prabowo sendiri nampak gagah dengan setelan baju putih dan celana krem, dengan mengunakan peci dan menyelipkan keris di pinggang kirinya.

Dalam kampanye yang berbeda dari partai politik lainnya, tentulah banyak penafsiran yang timbul terutama dari lawan-lawan politiknya, mulai dengan kesan arogan, penonjolan ciri khas kemiliteran, hingga menyentuh kepada Pribadi Prabowo yang punya hobi berkuda sebagai hobi orang kaya yang jauh dari kesan merakyat.

Prabowo sendiri tidak menampik akan hobinya yang berkuda, bahkan pada pemilu 2009 lalu, dia mendaftarkan 84 ekor kuda miliknya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Lantas apa pesan Prabowo yang dapat kita tangkap dari defile berkuda pada Kampanye Akbar di SUGBK tersebut?.

Dalam berbagai kesempatan Prabowo selalu menceritakan ihwal kenapa dia menggemari berkuda. Prabowo mengatakan kuda pada jaman kerajaan adalah simbol ksatria, keberanian, patriotik dan kewibawaan. Pejuang-pejuang jaman kemerdekaan seperti Pangeran Diponegoro,  Jenderal Sudirman adalah contoh pejuang yang mahir berkuda, jadi bukanlah hal yang aneh jika seseorang gemar berkuda.

Dalam filosofi Jawa Kuda disebut turangga yang memiliki simbol kemandirian dan pengendalian. Karena jika seseorang menunggang kuda, dia harus mampu mengendalikan kudanya dengan memegang tali kendali. Jadi sebagai manusia, untuk menuju kesempurnaan, harus mampu mengendalikan segala macam godaan nafsu dan keduniawian dalam diri manusia. Jadi pesan Prabowo disini bisa ditangkap sebagai simbol patriotik, keberanian, kemandirian, dan pengendalian diri, dalam hal ini seorang Prabowo Subianto, sebagai anak bangsa. Jadi ini adalah “Positioning” Prabowo dalam percaturan menghadapi Pemilu 2014.

Jenderal Sudirman

Jenderal Sudirman

Bahkan jika pembaca seorang muslim dalam riwayat hadits shahih,  Rasulullah berpesan “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Berkuda adalah olah raga gerak fisik yang dianjurkan bahkan semenjak jaman Nabi Muhammad SAW. Jadi dalam agama islam pun olah raga berkuda adalah salah satu olah raga yang dianjurkan untuk membentuk pribadi yang kuat, karena menurut pesan Rasulullah “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah.”

Kegemaran Prabowo terhadap olah raga berkuda (baca juga Catatan Prabowo : Saya dan Olahraga ) diwujudkan dengan mendirikan Polo Nusantara Club bersama adiknya Hashim Djoyohadikusumo, dan Hashim inilah yang memperkenalkan olah raga polo berkuda di indonesia dan menjadi bagian dari Pordasi. Prabowo Subianto juga membina langsung Tim Polo Kuda Nasional yang baru-baru ini menjuarai All Asian Cup di Bangkok, pada bulan Januari 2014. Jadi untuk membentuk pribadi bangsa yang kuat, mari luangkan waktu untuk berolah raga. (aw)