Seputar Prabowo

Prabowo di Mata Seorang Anak Pejuang

By  | 

Seorang sahabat facebook saya sebut saja beliau adalah bunda Raffa bertutur mengenai kisah heroik antara Ayahnya yang merupakan seorang Prajurit TNI tatkala berjuang bersama Bapak Prabowo Subianto di timor timur. Ini adalah curahan hati yang mungkin bisa membuka mata hati kita yang sering menuding Prabowo belum melakukan apa-apa, prabowo belum kerja apa-apa dan prabowo hanya berteori semata.

Bahkan jika mau membandingkan ketika para elite politik ataupun pejabat lain yang kini duduk di kursi kekuasaan (pemerintahan) tatkala itu bisa tidur nyenyak di rumah atau asyik bermain bersama keluarga, di tempat lain Prabowo bersama pasukannya sudah bertaruh nyawa untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bunda Raffa menulis “Saya seorang putri prajurit pejuang timtim sedikit banyak tahu tentang kepribadian Beliau, dari cerita-cerita Ayah saya yang pernah jadi anak buah Pak Prabowo waktu bersama-sama ‘blusukan’ melawan gerombolan fretilin selama 18 bulan dalam Operasi Seroja di hutan belantara timor-timur.

Prabowo Subianto yg selalu memberikan semangat pada anak buahnya, selalu berkorban untuk anak buahnya. Saat ada anak buah yang terluka kena tembak, dia selalu mendahulukan anak buahnya untuk dievakuasi terlebih dahulu padahal dia selaku komandan jg sempat terluka. Ikhlas membantu anak buahnya yang kesusahan, sangat memperhatikan kesejahteraan prajuritnya, termasuk keluarga prajuritnya.

Seorang komandan perang yang sangat kutu buku dan sangat cerdas. Hal paling kecil saja saat pembagian jatah makanan di tengah hutan, dia tidak mau makan bila pasukannya masih ada yang belum dapat jatah makanan.

Makanan enak harus buat prajuritnya, dia selalu makan belakangan. Seorang Jenderal tempur yang tangguh tapi hatinya sangat penyayang. Pantas saja kalau sosok Prabowo Subianto menjadi sosok komandan yang sangat dicintai oleh semua mantan prajuritnya sampai sekarang.

Rasa penyayang dan perhatian terhadap anak buahnya inilah yang hingga kini masih terjaga bahkan hingga setelah beliau diberhentikan dari jabatan dengan hormat (bukan dipecat seperti isu yang selama ini digemborkan).

Setelah pensiun Prabowo tak lantas melupakan mantan anak buahnya begitu saja. Bahkan istri-istri prajurit yang kala itu suaminya gugur di medan perang pun masih disantuni dari kantong pribadinya. Begitu pula anak-anak mereka yang masih sekolah juga dibantu untuk menyelesaikan sekolahnya. Hal itulah yang juga menyebabkan Prabowo disayangi oleh anak buahnya hingga sekarang.

Salah satu buktinya adalah ketika beberapa waktu lalu Wiranto menuduh Prabowo terlibat dalam kerusuhan mei 98, banyak purnawirawan prajurit Kopassus ikut bersuara membela Prabowo, bahkan dalam sikapnya mereka mengancam akan mencari Wiranto jika masih mengeluarkan pernyatan2 tak beratnggung jawab.

Nah dari sana mari kita menjadi pemilih cerdas, pemilih yang memilih bukan dengan emosinal tapi mengedepankan rasional. Memilih karena melihat sosok mana yang benar-benar ikhlas peduli dengan rakyat, memilih pemimpin yang sudah teruji rela berkorban untuk bangsa dan negara, bukan pemimpin yang mengedepankan pencitraan semata.

Salam perubahan untuk Indonesia raya,
dr. Wahyu Triasmara