Catatan Media

Prabowo Effect lebih Berpengaruh di Masyarakat

By  | 

Jakarta – detik.com Perolehan suara Partai Gerindra melonjak drastis dibanding hasil pemilu 2009. Hasil yang diperoleh Gerindra ini disebut karena figur Prabowo, yang dinilai lebih efektif menarik suara dibanding Jokowi di PDIP.

“Gebrakan Gerindra spetakuler luar biasa, Pemilu lalu hanya dapat 4,4% sekarang hampir 12%. Sedangkan PDIP tidak ada kejutan yang berarti,” kata pengamat politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara, kepada detikcom, Rabu (9/4/2014).

Menurut Igor, hasil Pemilu 2009 lalu PDIP mendapatkan 14% suara nasional, sedangkan sekarang diperkirakan 19% suara nasional.

“Artinya, kenaikan suara PDIP dibandingkan dengan pemilu lalu hanya 35%,” kata Igor yang rajin memonitor hasil survei itu.

Dia mengatakan perolehan PDIP ini sangat kecil dibandingkan dengan harapan pimpinan PDIP, yang menyebutkan suara partai akan naik dengan mencalonkan Jokowi sebagai bakal calon presiden. PDIP menargetkan 27% suara dalam pileg ini.

“Jokowi effect tidak terbukti sama sekali, dalam Pemilu kali ini,” kata Igor.

Igor menambahkan, dibandingkan Jokowi Effect, Prabowo Effect yang membuat Gerindra meraih sekitar 12% suara. Selain itu, dia juga menyebut lebih hebat Rhoma Irama effect yang dinilainya mampu menaikkan suara PKB.

“Yang dahsyat kali ini ya Gerindra Effect dan Rhoma Irama Effect. Kenaikan suara PKB adalah 91%,” kata Igor.

Comments are closed.