Visi Prabowo

Prabowo : Indonesia Harus Unggul di Bidang Inovasi Pertanian

By  | 

Kamis 26 September 2013, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir dalam acara panen perdana beras hitam di Jasinga, Kabupaten Bogor. Kehadiran Prabowo dalam panen raya tersebut adalah dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Prabowo hadir di Jasinga sejak pukul 09.00 WIB. Beliau menumpang ojek untuk sampai ke lokasi panen perdana. Kehadiran Prabowo disambut dengan antusias oleh ribuan petani dan warga sekitar yang ingin bersalaman atau sekedar menyapa. Dalam kesempatan tersebut Prabowo menyempatkan diri untuk berbincang dengan petani dan warga dalam suasana yang santai.

Selain dihadiri oleh Prabowo, acara panen perdana ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia (STAI), Institut Madani Nusantara (IMN), serta Asosiasi Petani Beras Hitam Se-Jawa Brat dan Banten. Beras hitam yang ditanam oleh petani di Jasinga adalah hasil penelitian dari STAI.

Menurut Hj. Juliana Wahid, Ketua STAI Laa Roiba, beras hitam yang oleh masyarakat Indonesia kadang disebut sebagai beras wulung, dikenal punya banyak khasiat. STAI menemukan beras hitam memiliki kadar antioksidan berupa antosianin (anthocyanin) yang dapat melawan radikal bebas yang bisa merusak sel tubuh. STAI juga menemukan beras hitam memiliki kadar karbohidrat yang lebih rendah dari beras biasa dengan kandungan zat besi vitamin, dan mineral.

Dihadapan petani dan warga Jasinga, Prabowo mengatakan bahwa petani adalah ujung tombak ketahanan pangan bangsa, “Berbanggalah saudara-saudara sekalian sebagai petani, karena petani lah yang paling berjasa dalam pemenuhan kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia.”

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyatnya. Namun kenyataan yang kita hadapi saat ini sangat ironis. Pemerintah terus membuka keran impor seakan kebutuhan pangan nasional tidak mungkin dapat dipenuhi oleh petani Indonesia.“ lanjut Prabowo.

Prabowo lanjut mengatakan, “dengan keberpihakan yang nyata kepada petani Indonesia, dan kerjasama antara petani dengan institusi-institusi penelitian yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pangan dan inovasi pertanian seperti STAI, IPB dan lainnya, saya yakin Indonesia dapat menjadi negara inovasi pertanian nomor satu di dunia. Dahulu dunia pernah belajar ke Indonesia. Kita harus bisa lanjutkan kembali keberhasilan yang pernah kita capai.”