Berita

Prabowo : Presiden Tidak Boleh Jadi Petugas Partai

By  | 

JAKARTA — Pasangan capres-cawapres dari koalisi Merah Putih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memaparkan visi misinya di depan jajaran Partai Demokrat, Ahad (1/6). Dalam agenda itu, ada kesempatan bagi kader Partai Demokrat untuk mengajukan pertanyaan pada Prabowo-Hatta.

Ketua DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi meminta tanggapan Prabowo mengenai pernyataan ‘presiden adalah petugas partai’. Ia juga mempertanyakan komitmen Prabowo apabila menjadi presiden terhadap rakyat. Prabowo menjawab, “Dalam pelajaran demokrasi yang kita terima, ada adagium, pelajaran, kesetiaan pada partai harus berakhir pada saat kesetiaan pada bangsa dimulai.”

Prabowo mengatakan, pelajaran itu yang menjadi pegangan apabila dipercaya untuk menjadi pemimpin Indonesia ke depan. Prabowo mengatakan, kepentingan seluruh bangsa Indonesia menjadi hal utama. “Presiden bertanggung jawab ke seluruh rakyat Indonesia dan tidak boleh hanya jadi petugas partai. Saya kira di situ agak berbeda dengan pihak lain,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Menurut Prabowo, partai politik merupakan instrumen untuk mengkaji dan meyakinkan kehendak rakyat. Karena itu ketika menjadi presiden, ia menilai, kepentingan rakyat harus menjadi prioritas. Bukan lagi, menurut dia, kepentingan partai. “Jadi saya yakin kami berbeda dalam hal itu. Maaf Gerindra dan PAN (Partai Amanat Nasional), saat kami dilantik kami mungkin akan kadang-kadang korbankan kepentingan Gerindra dan kepentingan PAN,” ujar dia. (republika.co.id)