Catatan Media

Prabowo : Untuk Apa Jadi Presiden Jika Tidak Membawa Kebaikan dan Kemaslahatan

By  | 

INILAH.COM, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto rupanya mengaku tak nyaman dengan sebutan calon presiden (Capres). Pasalnya dengan gelar capres itu, banyak mata yang tertuju kepada sosok Prabowo.

“Saya sebenarnya risih nama saya diteriak-teriakin, tapi saya siap. Kalau memang saudara membutuhkan pembawa bendera, panji, kalau rakyat membutuhkan seorang pelayan saya siap mengabdi kepada negara,” ujar Prabowo di Kantor DPP Partai Gerindra, Jalan Harsono RM No. 54 Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2013).

Prabowo mengaku jika diri tak memiliki ambisi apapun dengan jabatan presiden. Namun jika peranannya dibutuhkan untuk memimpin negara ini, maka dirinya akan siap mengabdikan diri sebagai presiden.

“Untuk apa hanya untuk menjadi presiden kalau tidak bisa membawa kebaikan dan kemasalahatan bagi rakyat banyak,” tegasnya.

Dia mengatakan, sebagai seorang pemimpin bangsa tidak hanya sekedar memiliki leadership saja, namun seorang pemimpin harus bisa menjamin kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemahaman inilah yang Prabowo dapatkan dari seorang tokoh Jawa yakni Mohammad Noer atau Cak Noer. Menurutnya, mantan Gubernur Jawa Timur itu pernah memberikan wejangan kepadanya mengenai filosofi seorang pemimpin bangsa.

“Tujuan pemimpin dalam falsafah Jawa Timur, seorang pemimpin bekerja wong cilik iso gemuyu atau seorang pemimpin bekerja agar orang kecil bisa tersenyum. Ringkas singkat tapi itu tidak bisa saya lupakan,” katanya.

Lebih lanjut, dia menambahakan, seorang pemimpin bisa dikatakan berhasil apabila rakyatnya bisa sejahtera dan tak memiliki beban apapun dalam kehidupannya.[man]