Catatan Media

Program Lembaga Tabung Haji Prabowo Diapresiasi

By  | 

JAKARTA – Solidaritas Alumni Aktivis Mahasiswa Muslim (Salam) Indonesia Raya mengapresiasi program pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkait pendirian Lembaga Tabung Haji.

Menurut Ketua Umum Salam Indonesia Raya, John Heilmy, selain momentumnya tepat, pendirian lembaga itu dapat membuat pelaksanaan ibadah haji menjadi transparan, tidak birokratis, sekaligus memberi kenyamanan kepada calon jamaah haji.

“Juga, untuk mengikis kemungkinan terjadi permainan dalam penetapan daftar tunggu keberangkatan haji bagi jamaah, baik karena pelayanan yang kurang sehat maupun akibat ulah para oknum,” tuturnya di Jakarta, Kamis (12/6/2014).

John mengharapkan, lembaga tabung haji harus berbentuk badan strategis atau kelembagaan nasional yang otonom, dan bukan lagi di bawah kementerian agama, dengan tugas utama menghimpun uang calon jamaah haji berikut penanganan berangkat haji yang sebaik-baiknya. “Harus langsung berada di bawah koordinasi presiden,” tegasnya.

Lembaga itu pun akan berupa sistem pengelolaan uang masyarakat atau calon haji dalam mekanisme dengan perbankan yang bercorak syariah, serta dapat menerima bentuk tabungan melalui manajemen yang juga diselenggarakan antara perbankan dengan kelembagaan tabung haji.

John menambahkan, dengan membentuk lembaga tabung haji, calon jamaah haji tidak perlu harus menyetor sejumlah besar uang yang memberatkan seperti selama ini, akan tetapi dapat disetor sebagai tabungan sesuai kemampuan.

“Nanti, ketika uangnya terkumpul atau telah memadai, maka dilakukan proses keberangkatan untuk setiap calon jamaah haji berdasarkan prioritas dan syarat tertentu,” ungkap John.

Lembaga tabung haji, katanya, juga dapat mengelola keuangan yang ada guna kepentingan investasi usaha sesuai ajaran Islam, dengan keuntungan dibagi kepada setiap pemilik uang di lembaga tabung haji tersebut.

“Kalau yang sekarang, kan tidak jelas sama sekali. Calon haji menyetor terhitung besar dan dengan waktu lama pula uangnya berada di perbankan, tetapi tidak ada kepastian dalam hal bunga dari uang miliknya sendiri, di samping masyarakat mengalami antrean waktu panjang sampai bisa berhaji,” ujarnya.

Terlebih lagi, uang jamaah haji yang selanjutnya berada di rekening Menteri Agama tentu saja berpotensi disalahgunakan, karena itu dengan lembaga tabung haji ketidakpatutan ini dapat diperbaiki secara bertanggungjawab, baik hukum, etika, ataupun manajemen keuangannya.
(ful-okezone.com)