Catatan Media

Puisi Linda Djalil : Bajaj dan Si Bajaj

By  | 

Bajaj dan si Bajaj

melenggok ke kiri
nyalip ke kanan
menderukan suara
semburan asap hitam
duduk di kursi hangat
jidat terbentur menuju atap
saat meliuk dengan tajam
Bajaj oh Bajaj…
kamu kini naik kelas
karena orang terhormat menumpang nikmat
sembari lampu kamera penuh kilat
menyambar kembali aroma asap hitam
menjadi mulia

Bajaj…
terlintas dua bagiku
kendaraan umum gesit bagai kecoa
satu lagi namamu,
lelaki yang dianggap teman-temanku sopir
hihihi… sopir Bajaj..
yang melintas di udara..
mengarungi samudra…
sampai tua kami memanggilmu si Bajaj..
ke mana orang itu sekarang…
lelaki yang hatinya mendua
barangkali kini pun termasuk pengagum berat
kepada penumpang mulia dalam Bajaj
si penerobos jalan protokol tanpa hambatan
tiada larangan
seenaknya..
semau-maunya…
duh Bajaj kendaraan
dan si Bajaj…
keduanya unik memang…
penuh benang citra
tiada tara….
dan mengundang tawa…
berlama-lama