Berita

Semangat Perang Badar Amien Rais Juga Diplintir Di Media

By  | 

Isu Perang Badar dari Prof M.Amien Rais ternyata diplintir di media sosial dan media massa. Setelah Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang memprotes pernyataannya soal Jokowi yang diplintir media. (Baca Juga : Din Syamsuddin Merasa Ucapannya Diplintir Media Pro-Jokowi ). Kini Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais juga merasa diplintir ucapannya soal perumpamaan Perang Badar di pilpres nanti.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Dradjad Wibowo mengatakan, ada yang salah soal perspektif Perang Badar yang disampaikan Amien Rais dengan pemberitaan yang ditulis beberapa media.

“Sebagian orang mungkin melupakan kebebasan yang diperjuangkan Pak Amien sehingga membuat plintiran,” ujar Dradjat di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (31/5/2014).

Menurutnya, pernyataan Amien Rais yang mengumpamakan Perang Badar di kontentasi pilpres adalah sebagai pesan kepada tim pemenangan Prabowo-Hatta agar berjuang dengan ikhlas.

“Beliau itu menasihat kepada tim Prabowo-Hatta kalau masyarakat berjuang seperti Perang Badar yang berjuang dengan ikhlas. Berbeda kedudukannya dengan Perang Uhud,” ungkatnya.

Dradjad mengatakan, Perang Badar lebih didasari kepada keikhlasan sehingga seluruh tim Prabowo-Hatta berjuang sepenuh hati.

“Kalau Perang Uhud itu perangnya mengharapkan kedudukan atau hasil rampasan perang,” tandasnya.

Sebelumnya, ketika menghadiri acara Isra Mi’raj di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad lalu, Amien mengatakan pemilihan presiden seperti Perang Badar. Amien lantas mengajak hadirin memilih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Perang Badar merupakan pertempuran besar pertama umat Islam bersama Nabi Muhammad SAW melawan musuh-musuhnya pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriah.

Pasukan kecil kaum muslim yang berjumlah 313 orang menghadapi pasukan Quraisy dari Mekah yang jumlahnya 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan muslim bisa menghancurkan barisan Quraisy.(rim)