Rekam Jejak

Serangan ‘Black Campaign’ Jenderal Gaek ke Prabowo Tak Mempan

By  | 

PortalPolitik – Jakarta. Akhir-akhir ini, banyak kampanye hitam dan kampanye negatif yang disebarluaskan untuk menyerang Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto. Bahkan sejumlah purnawirawan jenderal yang kini aktif di partai politik ikut-ikutan membuat opini negatif atau black campaign terhadap Prabowo.

Seharusnya menurut Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat, para jenderal ini bisa menjaga iklim dan suhu politik Indonesia agar tidak semakin memanas. Namun beruntung, para prajurit tidak terpengaruh oleh ulah dan pernyataan jenderal gaek itu.

“Kampanye negatif sudah tidak laku lagi. Meskipun dari jenderal kalau komentarnya negatif terhadap Prabowo tidak akan didengarkan prajurit. Tentara sekarang juga sudah pintar-pintar,” kata Gandi di Jakarta, Rabu (16/4).

Menurut Gandi, indikasi tidak mempannya serangan purnawirawan jenderal terlihat pada saat perayaan HUT Kopassus yang berlangsung hari ini. Saat itu, hampir semua prajurit Kopassus bertepuk tangan memberikan semangat dan applaus pada foto sosok Prabowo, saat mantan Danjen Kopassus itu ditayangkan di layar Balai Komando.

Saat foto tersebut muncul, hampir seluruh pasukan prajurit memberikan tepuk tangan. Tercatat sebanyak tiga kali applaus saat tiga kali gambar sosok Prabowo ditayangkan. Para prajurit terlihat bangga atas sosok Prabowo. Padahal yang ditampilkan dan ditayangkan di layar bukan hanya sosok Prabowo.

Selain foto Prabowo, ada juga foto Danjen Kopassus lainnya yaitu Brigadir Jenderal Wismoyo Arismunandar, Sintong Panjaitan, Agum Gumelar, Subagyo HS, Muchdi PR, dan Pramono Edhie Wibowo. Namun uniknya, tak ada applaus dari yang hadir. Sambutan prajurit tak semeriah seperti saat foto Prabowo dimunculkan.

Gandi menambahkan, sebaiknya para jenderal yang kini terjun ke politik tak lagi menyerang pribadi jenderal-jenderal lain yang juga tampil di panggung politik.

“Silahkan adu pintar, adu program, dan adu visi misi. Jangan menjelek-jelekkan jenderal yang lain. Biarlah rakyat yang menentukan pilihannya sendiri,” ujar Gandi.

Bukan itu saja, menurut Gandi, dari sikap prajurit juga sudah bisa menilai mana jenderal yang perlu diberi applaus dan mana yang tidak.

” Nah, prajurit itu memiliki jiwa korsa yang sangat kuat. Saya kira, mereka juga tidak suka kalau ada pemimpin yang dicintainya, kemudian dijelek-jelekkan orang lain yang belum tentu sesuai dengan faktanya, ” kata Gandi.

Gandi menghimbau agar para jenderal politikus itu bisa menahan diri dan tidak perlu membuat opini negatif ataupun kampanye negatif yang menyerang Prabowo Subianto.

“Para jenderal itu harus bisa memberikan contoh yang baik bagi prajurit dan rakyat. Bukan malah manas-manasin rakyat,” pungkasnya. [por]