Seputar Prabowo

Sosok Ibunda di Mata Prabowo

By  | 

PortalPolitik.com-Jakarta. Prabowo menyadari betapa besar peran ibunya dalam perkembangan dan perjalanan hidupnya. “Saya jarang lihat ayah, karena ayah saya sibuk,” ucap anak ketiga dari begawan ekonomi (Alm) Sumitro Djojohadikusumo dengan (Alm) Dora Marie Sigar ini.

Tidak heran, bagi Prabowo sosok Sang Ibu adalah pahlawan dalam hidupnya.

Prabowo menuturkan, ibundanya adalah seorang ibu rumah tangga yang mencurahkan 100 persen perhatiannya untuk meladeni dan mengurus anak-anaknya dari bangun tidur hingga tidur lagi. Ibunya juga merupakan pribadi yang sangat sederhana dan memiliki perhatiaan besar pada sesama.

“Ibu saya dari pensiunan dan dari pendapatan yang diterima, setelah dikeluarkan untuk kebutuhan keluarga, ia pasti menyiapkan beras untuk diberikan kepada orang-orang tidak mampu. Biasanya Ibu yang ngantar sendiri. Dan, Ibu nggak pernah cerita ke siapapun. Bahkan saya tahu itu dari sopirnya. Ia nggak pernah cerita ke saya,” tutur Prabowo.

Satu hal yang membuat Prabowo hingga kini selalu mencintai dan mengagumi ibunya adalah sikap Sang Ibu yang selalu memberikan apapun untuk anak-anaknya, dan selalu ingin memberikan apapun pada anaknya. Prabowo bercerita setelah menjadi Jenderal, ia memberikan uang kepada ibunya, namun ternyata uang tersebut oleh ibunya tidak dimanfaatkan, tetapi disimpan.

Prabowo mengetahui hal itu setelah Soeharto lengser dan Prabowo berhenti sebagai tentara.
Ketika itu Prabowo memutuskan ke luar negeri untuk rehat sejenak dari hiruk pikuk kondisi Indonesia.

“Saat itu, saya memutuskan ke luar negeri untuk cooling down. Dan, ternyata uang yang saya berikan kepada ibu saya itu tidak digunakan dan masih disimpan. Ibu ingin memberikan karena ibu berpikir saya membutuhkan. Tapi saya tolak,” ucap Prabowo dengan mata berkaca-kaca.

Probowo mengenal ibunya sebagai pribadi yang sederhana, dermawan dan apa adanya. “Ibu saya nggak punya tas Hermes atau pun berlian,” katanya bangga.

Berbicara soal kebaikan almarhumah ibundanya, selalu membuat Prabowo bersedih dan sulit baginya untuk menahan perasaan. ”Sudah-sudah jangan bicara ibu saya ya,” tutur Prabowo sambil mengusap matanya. [Dha]