Opini

Video 6 Menit Tentang Kualitas dan Karakter Dua Capres

By  | 

Mana yang negarawan mana yang lebih mirip juru kampanye (padahal kampanye juga belum dimulai). Seorang Presiden kalau berbicara tentu harus menunjukkan kenegarawanan. Apalagi saat merepresentasikan ke bangsa-bangsa lain.

Mana yang berbicara santun mana yang selfie. Mana yang menggunakan sebagian besar waktu untuk mengapresiasi pihak lain (termasuk lawan tandingnya), mana yang ngomongin dirinya/hal yg berhubungan dengan dirinya. Di akhir, salah satu capres bahkan sempat menunjukkan bahasa tubuh sekiranya pasangannya mau menambahkan sesuatu. Saya bukan ahli ilmu komunikasi, tetapi kalau ada orang disapa dan tidak membalas sedikit pun sebagai apresiasi (meskipun basa-basi), saya tidak tahu tingkat ke-selfi-an orang seperti ini. Di video ini jelas-jelas Prabowo menyapa Jokowi dan Jokowi sbg pembicara kedua sewajarnya membalas.

Sekiranya itu pidato 30 menit, bisakah Anda bayangkan apa sisa 27 menit-nya? Bagaimana juga kalau harus berbicara satu jam?

Karakter dan kualitas seseorang, mudah diukur ketika yang bersangkutan berada dalam suasana spontanitas. Bukan saat duduk lesehan dengan gaya ala rakyat biasa, tetapi di depannya kamera dan lighting sempurna telah disiapkan. Apalagi pidato ini tidak membahas hal substansial. Di sinilah terlihat nyata. Anak SD bahkan anak kuliahan boleh demam panggung. Kalau capres bahkan presiden demam panggung, mungkin memang belum saatnya ikut manggung. Boleh unjuk gigi di panggung berbeda. Karena presiden,seperti JK bilang, bukan untuk coba-coba.

To the point tanpa basa-basi itu bagus, langsung ke maksud. Gerak cepat itu perlu. Cocok jadi koordinator lapangan atau manajer. Tangkas.

Gerak tubuh Prabowo itu spontan. Termasuk ketika datang menghampiri ‘lawan tanding’ dulu. Kalau urutannya sebaliknya, Prabowo datang duluan baru Jokowi, apakah akan ada pemandangan sama? Boleh jadi tidak.

Tentu bangsa Indonesia yang dihuni 245 juta ini tidak semuanya punya karakter negarawan, makanya tidak semua bisa menjadi pemimpin. Ada perbedaan antara politisi (politicians) dan negarawan (statesmen/stateswomen). Kalau level kita memang rakyat, marilah menjadi rakyat yang baik, dan ayo kita amanatkan kepemimpinan kepada para negarawan. Bung Karno adalah contoh pemimpin yang merakyat, tetapi bisa mempertahakan ke-elit-an/ke-khas-an bahwa beliau itu pemimpin. Tidak pernah terlihat Bung Karno berpidato atau becanda sebagai ‘rakyat biasa’, sebagai ‘kita’. Gaya bicara dan becanda beliau, adalah level seorang negarawan. Gus Dur terkenal dgn humor cerdas dgn gestur tetap cool. Tidak cengengesan. Ketika beliau melempar humor, semua tertawa sedangkan beliau sendiri ekspresi wajah tetap cool.

Sekiranya tidak ada ‘kekisruhan’, duet Prabowo-Jokowi mungkin akan menjadi duet termaut yang saling melengkapi. Itulah ProJo yang asli. Sayang, saya dan Anda sebagai rakyat ikut berisik, sehingga duet itu malah tidak menjadi kenyataan. Semoga bertanding secara ksatria sebagai negarawan. (Sidrotun Naim)